Spread the love

Sebuah pepatah kuno mengatakan, It takes a village to raise a child. Artinya, kita membutuhkan sebuah desa untuk membesarkan anak. Artinya lagi seorang anak dibesarkan oleh lingkungannya. Artinya kemudian menjadi bahwa anak tumbuh-kembang dalam asuhan lingkungannya. Lingkungan adalah orang tua dan wali mereka. Maka, setiap anak yang lahir dalam keadaan fitrah, orang tuanya yang membuat ia menjadi Yahudi atau Nasrani. Begitu kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” [QS.at-Tahrim: 6]

Abdullah bin Abbâs Radhiyallahu anhu berkata, “Lakukanlah ketaatan kepada Allâh dan jagalah dirimu dari kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allâh, dan perintahkan keluargamu dengan dzikir, niscaya Allâh Azza wa Jalla akan menyelamatkanmu dari neraka”.

Mujâhid rahimahullah berkata tentang firman Allâh ‘peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’, “Bertakwalah kepada Allâh, dan perintahkan keluargamu agar bertakwa kepada Allâh Azza wa Jalla”.

Qatâdah rahimahullah berkata, “(Menjaga keluarga dari neraka adalah dengan) memerintahkan mereka untuk bertakwa kepada Allâh dan melarang mereka dari kemaksiatan kepada Allâh Azza wa Jalla, dan mengatur mereka dengan perintah Allâh Azza wa Jalla, memerintahkan mereka untuk melaksanakan perintah Allâh Azza wa Jalla, dan membantu mereka untuk melaksanakan perintah Allâh. Maka jika engkau melihat suatu kemaksiatan yang merupakan larangan Allâh, maka engkau harus menghentikan dan melarang keluarga(mu) dari kemaksiatan itu”. [Lihat semua riwayat di atas dalam Tafsir Ibnu Katsir, surat at-Tahrîm ayat ke-6]

Imam Jafar Ash-Shiddiq menjelaskan maknanya, “Perintahkan mereka sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan laranglah mereka sesuai dengan apa yang dilarang oleh-Nya. Jika mereka menaatimu maka engkau telah menjaga mereka, namun jika mereka melanggar apa yang kau katakan maka engkau telah melaksanakan kewajibanmu.

Semakna ayat ini adalah firman Allâh Azza wa Jalla :
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu, dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. [Thaha/20: 132]

Dan termasuk juga semakna dengan ayat ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
Perintahkanlah anak-anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika berumur sepuluh tahun (jika mereka enggan untuk shalat) dan pisahkanlah mereka di tempat-tempat tidur mereka masing-masing. [HR. al-Hâkim, Ahmad dan Abu Dâwud]

Inilah kewajiban asasi para orang tua. Kewajiban ini disebut dengan tarbiyah (pengasuhan) yang agar dibalas dengan do’a anak-anak,

RABBIGHFIRLI, WALIWALIDAYYA, WARHAMHUMA KAMA RABBAYANI SHAGIRA

“Tuhanku ampunilah aku, dan kedua orang tuaku. Dan KASIHI mereka sebagaimana mereka telah MENGASUH/MEMELIHARA aku selagi (aku) kecil.” Istilah RABBAYANI memiliki arti Rahmah, yakni ampunan atau kasih sayang. Yakni memberikan penjagaan, perawatan, dan pemeliharaan yang sesuai fitrah/ penciptaan.[]

Oleh: Muchamad Ridho Hidayat