fbpx
Spread the love

Istilah tarbiyah yang sering kali dimaknai sebagai konsep pendidikan, sebetulnya lebih tepat diterjemahkan sebagai pengasuhan. Hal ini karena tarbiyah secara asasi berasal dari konsep kepemilikan. Asal katanya Ar-Rabb berarti yang mengadakan, mengatur, menjaga, merawat, dan mengurus. Sementara kata Rabba mengacu pada sesuatu yang tumbuh dan berkembang. Sehingga tarbiyah maknanya proses dan seluruh kegiatan melahirkan, menjaga, merawat, dan menumbuh-kembangkan hingga selesai proses pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam konteks orang tua, proses ini berarti mendampingi dan membersamai anak hingga dewasa.

Pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua, dalam istilah sekarang disebut parenting. Sedangkan rangkaian sikap yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak disebut sebagai pola asuh.

Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak, yaitu bagaimana cara sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan, mengajarkan nilai/norma, memberikan perhatian dan kasih sayang serta menunjukkan sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan panutan bagi anaknya (Theresia, 2009).

Parenting asal kata dari parent. Parent dalam parenting memiliki definisi ibu, ayah, seseorang yang akan membimbing dalam kehidupan baru, maupun seorang pelindung. Parent adalah seseorang yang mendampingi dan membimbing semua tahapan pertumbuhan anak, yang merawat, melindungi, mengarahkan kehidupan baru anak dalam setiap tahapan perkembangannya (Brooks, 2001).

Pengasuhan adalah pengetahuan, pengalaman, keahlian dalam melakukan pemeliharaan, perlindungan, pemberian kasih sayang dan pengarahan kepada anak. (Dwi Hastuti, 2010)

Pengasuhan mencakup beberapa aktivitas yaitu: melindungi anak, memberikan perumahan atau tempat perlindungan, pakaian, makanan, merawat anak (termasuk memandikan, mengajarkan cara buang air, dan memelihara ketika anak sakit), memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak, berinteraksi dengan anak dan memberikan stimulasi kepadanya, serta memberikan kemampuan sosialisasi dengan budayanya. (Myre, 1992)

Berns R.M dalam bukunya yang berjudul Child, Family, School, Community Social and Support dijelaskan bahwaJerome Kagan- seorang psikolog perkembangan Jerman- (1975) menyebutkan bahwa pengasuhan merujuk pada serangkaian implementasi dari berbagai keputusan tentang sosialisasi pada anak – apa yang harus dilakukan orang tua untuk menjadikan anak sebagai individu yang bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat, serta apa yang terbaik dilakukan orang tua dalam menghadapi beragam sifat anak ketika menangis, agresif, berbohong, marah, dll.

Sosialisasi dalam hal ini adalah bagian atau identik dengan pengasuhan. Oleh karenanya, ia berada pada domain keluarga dan lingkungan masyarakat terdekat.

Pengasuhan dalam Parenting juga terbagi tiga yaitu: (1) pengasuhan fisik, (2) pengasuhan emosi, dan (3) pengasuhan sosial. 

Pengasuhan fisik mencakup semua aktivitas yang bertujuan agar anak dapat bertahan hidup dengan baik dengan menyediakan kebutuhan dasarnya seperti makan, kehangatan, kebersihan, ketenangan waktu tidur, dan kepuasan ketika membuang sisa metabolisme dalam tubuhnya.

Pengasuhan emosi mencakup pendampingan ketika anak mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan seperti merasa terasing dari teman-temannya, takut, atau mengalami trauma. Pengasuhan emosi ini mencakup pengasuhan agar anak merasa dihargai sebagai seorang individu, mengetahui rasa dicintai, serta memperoleh kesempatan untuk menentukan pilihan dan untuk mengetahui resikonya.

Pengasuhan sosial ini menjadi sangat penting karena hubungan sosial yang dibangun dalam pengasuhan akan membentuk sudut pandang terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya pengasuhan sosial yang baik berfokus pada memberikan bantuan kepada anak untuk dapat terintegrasi dengan baik di lingkungan dan membantu mengajarkan anak akan tanggung jawab sosial yang harus diembannya (Lihat, Hughoghi, 2004).

Pengasuhan juga dapat dijelaskan secara ringkas dengan aktivitas asah, asih, dan asuh. Asah berarti mengasah mental dan spiritualnya. Asih berarti mengasihi hati dan emosinya. Asuh berarti mengasuh dalam pengertian sempit, yakni menyediakan kebutuhan sandang (pakaian), pangan (makanan) dan papan (naungan tempat tinggal).

Jika memperhatikan penjelasan diatas, akan nampak bahwa fokus pengasuhan bukan pada pengajaran berbagai disiplin ilmu atau susunan kurikulum. Meskipun dalam proses pengasuhan boleh jadi ada proses pembelajaran, akan tetapi fokus pengasuhan ada pada pengaturan untuk penjagaan dan kasih sayang untuk perawatan. []

Oleh: Muchamad Ridho Hidayat
*) Dikutip dari Catatan Kuliah Homeschooling dan Pendidikan Islam


Spread the love