Read Time:1 Minute, 41 Second
Seri 1 : Antara Pendidikan (Ta’dib) dan Pengasuhan (Parenting/Keorangtuaan/Tarbiyah)
“Kita semua tahu bahwa pada awalnya, tidak ada yang bisa dipelajari dan diajarkan di Barat. Barat kosong dari ilmu dan wahyu. Maka education tidak menghasilkan konsep ilmu apapun. Sampai ada di antara anak-anak yang mengisi waktu luang mereka (schola)
dengan mempelajari sesuatu. Tersebutlah pelajaran membaca, menulis, berhitung, sastra, dan berbagai jenis ketrampilan hidup. Anak-anak mulai bersekolah. Lahirnya sekolah sebagai pelanjut dari education ternyata tidak mulus dan seiring sejalan. Tumbuh kembang anak di beberapa kasus menjadi terancam.
dengan mempelajari sesuatu. Tersebutlah pelajaran membaca, menulis, berhitung, sastra, dan berbagai jenis ketrampilan hidup. Anak-anak mulai bersekolah. Lahirnya sekolah sebagai pelanjut dari education ternyata tidak mulus dan seiring sejalan. Tumbuh kembang anak di beberapa kasus menjadi terancam.
Di Sparta pada masa Yunani, anak-anak diambil alih oleh pemerintahan polis sejak usia 7 tahun dan dikumpulkan di barak-barak sekolah. Sistem pendidikan dibuat untuk merampas pengasuhan oleh orang tua. Anak-anak ‘dididik’ untuk menjadi tentara; untuk bela negara. Di era modern, Prussia mendidik masyarakatnya untuk menjadi warga negara yang patuh. Tidak hanya angkatan bersenjata (tentara), mereka berhasil melahirkan angkatan kerja.
Di bawah program “wajib sekolah”, kerajaan mengambil alih seluruh proses pendidikan masyarakat. Bagaimana dengan proses pengasuhan? Ketika anak-anak dipisahkan dari keluarga, tentu proses pengasuhan yang asli menjadi tidak berjalan. Setelah itu, muncul pengasuhan palsu di lembaga-lembaga pendidikan di bawah pengawasan negara.
Masyarakat di Barat kehilangan konsep tarbiyah (parenting/pengasuhan -red.). Anak-anak tidak bisa tumbuh dan berkembang secara alamiah. Serangkaian kurikulum dibuat untuk ditempuh dalam waktu yang cukup lama. Nilai-nilai ditanamkan (ta’dib) oleh penyelenggara pendidikan secara terpusat agar bisa seragam. Bagaimana dengan peran dan tugas orang tua? Tugas mereka sudah selesai sampai anak mencapai apa yang disebut dalam psikologi kontemporer sebagai “Usia Sekolah”.
Education pada akhirnya disebut sebagai pendidikan, menjadi identik dengan persekolahan. Sebab, tidak ada pengajaran lain di luar lembaga sekolah. Begitu pun tidak ada prose pengasuhan, karena mereka semua bersekolah. Semuanya ada di balik dinding sekolah.”
(Catatan Kuliah Homeschooling dan Pendidikan Islam, Bab I Perjalanan Makna Education, Parenting, dan Tarbiyah)
*********
Tersedia buku Catatan Kuliah Homeschooling dan Pendidikan Islam Cetakan Kedua di Wafa Shop, harga 45.000,-
Bisa dipesan melalui WA : idweb.link/WafaChat atau di Tokopedia https://tokopedia.link/G7kP8UnirOb
