Mengapa Komunitas Homeschooling?

Artikel

Bagi sebagian orang mungkin istilah Komunitas Homeschooling (HS) cukup asing. Bagaimana tidak, istilah HS sendiri masih banyak simpang siur dan beragam maknanya. Pertanyaan tentang “HS-nya dimana?” adalah yang cukup sering muncul dan diarahkan kepada orang yang mengaku dirinya atau anaknya ber-HS. Sebetulnya pertanyaan dimana keberadaan HS itu tidak tepat. Karena sifat asalnya HS ya di rumah. Basis pertama HS juga dirumaha. Jadi pertanyaan “HS-nya dimana?” menjadi membingungkan, kecuali dimaknai dengan alamat rumah. “Alamat rumahnya dimana?”

Nah, sekarang pertanyaannya kita ubah. Mudah-mudahan ke depannya pertanyaan ini yang lebih sering muncul. “Komunitas HS-nya dimana?”

Keluarga HS atau yang lebih disebut sebagai HS Tunggal memang membutuhkan komunitas. Alasannya tentu saja banyak. Sosialisasi? Itu hanya salah satu alasan atau motif yang mendorong keluarga HS untuk berkomunitas. Bagi kami sendiri, komunitas HS adalah tahapan atau kelanjutan dari pejalan Keluarga HS. Sebelum komunitas HS muncul, telah ada beberapa keluarga HS yang berkumpul. Fitrah manusia untuk bersosialisasi membuat lahirnya komunitas HS sebagai sebuah keniscayaan. Jadi bukan karena anak HS kurang sosialisasi kemudian para orang tua atau mereka sendiri membuat sebuah komunitas.

Dalam kehidupan sehari-hari di rumah ada aktivitas sosialisasi. Komunitas HS sebagai bagian integral dari kehidupan bermasyarakat pun sarat dengan aktivitas tersebut. Jadi sekarang perlu dicarikan sebab atau alasan lain agar keluarga HS memahami urgensi berkomunitas. Maksudnya agar komunitas HS yang ada bukan sekedar perjalanan alamiah. Keluarga HS sangat mengharapkan lahirnya komunitas HS yang didesain atau direncanakan dengan baik.

Komunitas HS adalah tahapan sebelum terwujudnya masyarakat baru. Dalam roadmap HSKM perjalanan Keluarga HS menjadi Komunitas HS bukanlah akhir dari perjalanan. Komunitas HS hadir untuk mewujudkan Masyarakat HS. Yakni masyarakat yang memiliki paradigma baru mengenai persekolahan. Dalam pada itu, komunitas HS memiliki misi untuk membangun modal sosial dan budaya ilmu ditengah-tengah masyarakat. Komunitas HS harus bisa menjadi solusi permasalahan pendidikan yang ada. Selain itu, komunitas HS juga harus menjadi model pembelajaran alternatif dalam rangka membangun peradaban yang baru.

HSKM sebagai komunitas HS muslim memiliki cita-cita untuk menghidupkan pendidikan Islam secara kultural. Oleh karena itu para anggota komunitas diharapkan memiliki paradigma yang sama. Jadi, mengapa berkomunitas? Karena kita memiliki cita-cita dan visi yang ingin kita wujudkan. Kita berkomunitas karena ingin mengemban misi perbaikan. Demi menjadi bagian dari solusi atas permasalahan yang ada.

Kalau Pak Daniel Rosyid bilang bahwa “masalahnya adalah sekolah”, saya ingin kita bersama-sama mengatakan, “solusinya adalah komunitas HS” []

30 Maret 2016 @Much Ridho

Founder HSKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
Pinterest
Instagram
Telegram