HSKM Rilis Program Kuliah Homeschooling Angkatan ke-6

Bogor  – Carut marut pendidikan di Indonesia sering kali membuat para orang tua menjadi gelisah. Para orang tua yang memutuskan memilih homeschooling sebagai model pendidikan tentu membutuhkan informasi dan relasi untuk saling menguatkan. Komunitas Homeschooling Keluarga Muslim atau yang dikenal dengan HSKM dibentuk demi mewadahi mereka.

Bermula dari sebuah group Facebook yang dibuat tahun 2009, komunitas ini mulai melakukan pertemuan dan konsolidasi dibeberapa kota sejak tahun 2014. Saat ini HSKM memiliki beberapa cabang aktif dibeberapa kota, diantaranya Bogor, Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Selain itu belasan group Whatsapp per daerah juga dibuat untuk merintis pembentukan komunitas disetiap daerah.

Program Kuliah Online

HSKM memiliki visi “Mewujudkan Masyarakat Terdidik Melalui Sistem dan Tradisi Ilmu yang disertai dengan Jiwa Enterpreneurship pada tahun 2030” tentu harus menjalankan misinya untuk mencapai visi tersebut. Family Mainstreaming dan Pemikiran Pendidikan Islam adalah dua pilar yang dipancangkan oleh HSKM untuk mendirikan komunitas. Dengan semangat penguatan pilar-pilar tersebut HSKM meluncurkan program kuliah online bertajuk, Kuliah Homeschooling & Pendidikan Islam.

Dalam rilisnya HSKM menyebutkan bahwa program kuliah ini dibuat untuk memahami konsep homeschooling dan kaitannya dengan pendidikan Islam. Berikut ini rilis singkat yang redaksi terima:

Memahami perbedaan antara tarbiyah dan ta’dib sangatlah penting. Begitu juga mengetahui kedudukan sekolah dalam pendidikan Islam. Apakah homeschooling berbeda dengan kuttab dan madrasah? Dapatkan semua jawaban dan penjelasan tuntasnya dalam KULIAH HOMESCHOOLING & PENDIDIKAN ISLAM!

Segera daftarkan diri Anda dengan mengisi form berikut: www.bit.ly/KuliahHS6

Meluruskan Paradigma

Menurut Much Ridho, founder Komunitas HSKM yang juga merupakan pengampu program kuliah ini, penyusunan paradigma dan penguatan framework pendidikan lebih penting dan strategis dibandingkan pembuatan kurikulum. Sementara itu, masih banyak para peminat homeschooling yang berorientasi pada penyusunan kurikulum dan cara mendapatkan ijazah.

“Pak Lurah”, panggilan khas member HSKM untuk sang founder, juga berencana membuat program kuliah offline pada akhir bulan September 2018. Tujuan dari semua program ini adalah untuk melurus paradigma pendidikan yang sudah semakin banyak disalahpahami. Pria yang sedang menyelesaikan program Doktor Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor ini juga mengatakan bahwa pendidikan sudah semakin mengikuti pola industrialisasi.

*) Rilis ini juga dipublikasikan di Suara Islam Online

About the author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *