Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim

Persahabatan Bukan Menyakiti

Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Maidah:51)

Dalam surat lain Allah Swt. menjelaskan, “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat), memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.” (QS. Ali Imran:28). Maka, tidak ada persahabatan, kasih sayang, dan cinta antara orang muslim dengan non muslim -yang membenci Islam-. Jika mereka sebagai tetangga atau rekan kerja, maka mereka mendapatkan hak kebaikan dan hak tetangga dengan akhlak Islam. Maka dari itu, tidak ada larangan untuk memberikan ucapan selamat pada suatu acara tertentu atau ucapan bela sungkawa atas kematian. Ini adalah bentuk kebaikan. Selain hal itu, maka masing-masing sesuai dengan keadaannya. Yaitu, dilarang untuk saling menyakiti. Ini adalah di antara bentuk kebaikan kepada mereka.

Saudariku seiman dan seakidah, sikap di atas adalah pintu menuju persaudaraan. Dengan sikap seperti itu, Allah akan menyintai Anda agar Anda dapat menghadap kepada Allah dan mengenal-Nya. Jalan Anda menuju surga lebih banyak dari pada jalan Anda menuju ke neraka, selagi Anda menjaga Islam dan mengagungkan Tuhan Anda. Allah Swt. berfirman, “Dan apakah orang yang sudah mati. Kemudian, dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari pintunya?”(QS. Al-An’am:122). Dalam surat lain, Allah Swt. menjelaskan, “Barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (QS. An-Nur:40).

Sumber: Bawalah Keluargamu ke Surga (Abdul Hamid Muhammad Ghanim) 

Related Posts
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah dan Homeschooling
✅-1- Perlu kiranya kita mengenal sejarah filosofi persekolahan. Karena saat ini kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang meyakini wajibnya sekolah Bahkan sebagian orang sudah sampai menganggap sekolah sebagai atau setingkat dengan ...
READ MORE
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
-1- Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan "Wajib Sekolah". Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam Tiga Hal yang Harus Dilakukan Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ...
READ MORE
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Part 1 Menurut Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. "Suatu proses" = mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang sebut sebagai "pendidikan" secara bertahap. ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Sikap yang Harus Dilakukan Seorang Muslim kepada Tamu   Anda Akan Mendapatkan Anugerah yang Melimpah Ada orang yang bertamu ke rumah Anda. Kedatangan tamu adalah suatu kemulyaan dari Allah untuk membukakan jalan kebaikan ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Terhadap Para Tetangga   Muslim dan Non Muslim Hak yang dimiliki para tetangga adalah -minimal- berbuat baik kepada mereka dan tidak menyakitinya. Allah Swt. berfirman, ”Sembahlah Allah dan ...
READ MORE
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Bismillah tawakaltu 'alallah... *PART 1* Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang ...
READ MORE
Pentingnya Beristri
Menyadari Pentingnya Hidup Beristri Sebelum duduk di kursi pelaminan, para calon suami muslim hendaknya telah memiliki kesadaran akan arti pentingnya hidup beristri. Memahami apa pengertian beristri, mengetahui bagaimana hukum beristri dan ...
READ MORE
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Pentingnya Beristri

Related posts

Leave a Comment