Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam

Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam

Tiga Hal yang Harus Dilakukan

Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ketika ingin meminjam sebuah uang kepada orang lain, maka dia harus melakukan tiga hal dengan transparan. Tiga hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menyebutkan jumlah uang yang dibutuhkan
  2. Menyebutkan masa pembayaran
  3. Menyebutkan gambaran pembayaran. Apakah dengan kredit ataukah dibayar dengan kontan

Hal tersebut dilakukan karena pentingnya masalah ini. Allah memberikan ampunan kepada manusia di dalam hak-Nya. Adapun antara hak manusia, maka Allah tidak memberikan ampunan sebelum orang yang dizhalimi memberikan maaf kepadanya. Jika orang muslim melakukan tiga hal di atas, maka dia telah melaksanakan amanat Allah dalam membayar kewajiban.

Tutuplah Pintu Was-was

Jikalau orang muslim telah memberikan uang yang Anda inginkan, maka hitunglah uang tersebut di hadapannya. Jika ada kelebihan, maka kembalikan kepadanya. Dan jika kurang, maka beritahukan kekurangan tesebut kepadanya, karena jikalau Anda langsung menerima uang tersebut, dan setelah sampai di rumah, Anda baru tahu bahwa uang yang telah Anda terima kurang sepuluh pond misalnya, kemudian Anda memberitahukan kekurangan ini kepadanya, maka dia akan menerima dan mempercayai Anda. Akan tetapi, setan akan bermain di kepalanya? Kalau memang seperti itu, mengapa Anda membantu setan untuk menggoda saudara Anda? Oleh karena itu, hitunglah uang yang Anda pinjam di hadapan orang yang meminjami.

Berikan batas waktu yang cukup bagi diri Anda untuk membayar. Jika Anda akan membayarnya pada bulan Muharram, maka berkatalah kepadanya, bahwa Anda akan membayarnya bulan Shafar. Hal ini sebagai antisipasi. Dengan kata lain, jika Anda terbentur pada keadaan yang tidak baik maka Anda masih mempunyai waktu untuk menepati janji Anda. Dan jika Anda mengembalikan uang pinjaman sebelum waktu yang dijanjikan, maka hal itu suatu kebaikan dan keberkahan.

Jika waktu yang dijanjikan untuk membayar sudah tiba, namun Anda belum bisa membayarnya maka pergilah kepada orang yang meminjami seraya berkata, “Maaf, saat ini saya belum bisa membayar hutang saya, karena suatu keadaan.” Mintalah kepadanya tambahan waktu lagi untuk membayarnya, jika Anda benar-benar tidak bisa membayarnya pada waktu yang telah ditentukan. Jika waktu pembayaran telah tiba, maka Anda jangan pergi menghilang. Dan ketika Anda tidak mampu membayarnya, maka mintalah maaf kepadanya atau minta tambahan waktu lagi.

Indahnya persaudaraan dan persahabatan antara kalian janganlah Anda bawa kepada kehinaan disebabkan masalah pembayaran. Jikalau halnya seperti itu, maka akan banyak menimbulkan berbagai rintangan.

Maka, Tulislah…

Jika kalian berdua sepakat dengan jumlah uang pinjaman, waktu pembayaran, dan bentuk pembayarannya, maka ambilah kertas dan pensil untuk menulis transaksi utang piutang tersebut. Cara ini akan menjaga antara kalian berdua. Tulislah dalam kertas  apa yang telah kalian sepakati bersama dengan menyebutkan nama-nama saksi, jika ada. Allah Swt. berfirman dalam kitab-Nya, ”Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bermu’amalah dengan cara tidak tunai hendaknya kamu menulisnya.” (QS. Al-Baqarah:282)

Dengan cara seperti itu, akan menjamin pemberian hak-hak yang ada. Jika orang yang berhutang meninggal dunia, maka orang yang menghutangi bisa memberikan surat bukti piutang tersebut kepada ahli warisnya, agar mereka membayar hutang saudaranya yang sudah meninggal. Jikalau seseorang datang kepada ahli warisnya dan mengatakan bahwa si mayyit memiliki hutang kepadanya, maka hal ini akan menimbulkan keraguan dan kecurigaan kepada ahli waris yang ditinggalkan.

Alasan yang Mengagumkan

Terkadang, ada seseorang yang meminjam uang kepada saudaranya selama satu tahun atau dua tahun. Orang yang meminjam ini tidak berfikir, bagaimana dan kapan dia harus mengembalikan hutangnya. Ketika ditanya tentang hutangnya, maka dia menjawab, “Dia tidak membutuhkan uang ini. Sungguh, uang ini hanya akan di tumpuk di dalam rumahnya.” Ini suatu alasan yang mengagumkan dalam menjustifikasi agar dirinya tidak membayar hutangnya. Sesungguhnya tidak ada urusan bagi orang yang hutang atas kekayaan orang yang menghutanginya. Yang jelas, dia harus membayar hutangnya, meskipun orang yang dihutangi tidak membutuhkan uang yang dipinjamkan.

Apakah Anda rela, jika diri Anda dihisab di dalam kubur nanti? Apakah Anda rela memakan harta orang lain dengan batil? Sesungguhnya pertolongan Allah untuk Anda. Maka, teguhkanlah niat Anda. Barangsiapa yang meminjam harta orang lain dan dia berniat untuk membayarnya, maka Allah akan memudahkan jalan kepadanya. Barangsiapa yang meminjam uang dan dia berniat tidak mengembalikannya, maka Allah akan memurkainya.

Selamat Dari Neraka, Akan Tetapi…

Jikalau manusia meninggal dunia dan dia masih menanggung hutang, maka dirinya akan dihisab, meskipun dia mati syahid. Rasulullah Saw. pernah menceritakan tentang salah satu orang yang mati syahid, “Sesungguhnya saudara kalian ini (si fulan) terhalang dari surga disebabkan hutang-hutangnya.”

Orang yang mati syahid selamat dari siksa neraka, akan tetapi dirinya terjerumus di dalam kebinasaan dan dirinya diikat oleh hutang-hutangnya. Oleh karena itu, ikhlaskan niat Anda untuk membayar hutang-hutang Anda, maka Allah akan memudahkan jalan Anda untuk melunasi hutang-hutang Anda.

Sumber: Bawalah Keluargamu ke Surga (Abdul Hamid Muhammad Ghanam) 

Related Posts
Dandelion seeds in the morning sunlight blowing away across a fresh green background
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah Apa yang Dimaksud Amanah? Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa:58). Terkadang ada seseorang yang mengamanatkan harta kepada ...
READ MORE
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Part 1 Menurut Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. "Suatu proses" = mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang sebut sebagai "pendidikan" secara bertahap. ...
READ MORE
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Bismillahirrahmanirrahim PART 1 Setelah kita memahami ciri khusus pendidikan Islam yang bermakna penanaman ilmu (outside-in) ke dalam jiwa untuk menghasilkan manusia yang beradab, tentu kita juga harus mengetahui model pendidikan dalam bentuk ...
READ MORE
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Oleh, Much Ridho* Dalam sejarahnya, peradaban Barat memperkenalkan istilah “education” yang berasal dari kata EDUCARE; EDU + CARE; EDUCATIO yang memiliki arti tumbuh-kembang, menjaga, peduli, meningkatkan, membesarkan. Dari konsep-konsep inilah berkembang konsep pendidikan ...
READ MORE
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
-1- Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan "Wajib Sekolah". Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Persahabatan Bukan Menyakiti Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil ...
READ MORE
Pentingnya Beristri
Menyadari Pentingnya Hidup Beristri Sebelum duduk di kursi pelaminan, para calon suami muslim hendaknya telah memiliki kesadaran akan arti pentingnya hidup beristri. Memahami apa pengertian beristri, mengetahui bagaimana hukum beristri dan ...
READ MORE
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Bismillah tawakaltu 'alallah... *PART 1* Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Pentingnya Beristri
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum

Related posts

Leave a Comment