Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat

-1-

Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan “Wajib Sekolah”. Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya masyarakat tidak bisa menyelenggarakan pendidikan sendiri.

Semakin tersekolah suatu masyarakat, semakin tidak mampu menyelenggarakan pendidikannya sendiri. Hal ini berkesesuaian dengan program “wajib sekolah” yang biasanya diiringi dengan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu. Pada titik yang ekstrim, orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya akan dianggap berbuat kriminal karena melanggar sebuah kewajiban. Ini terjadi dibeberapa negara.

-2-

Di Indonesia, pendidikan diluar sekolah diakui dalam naungan Pendidikan Non Formal atau Pendidikan Luar Sekolah. Masyarakat masih dianggap sebagai mitra penyelenggara pendidikan oleh pemerintah. Ini paradigma undang-undang. Karena dalam kamus pemerintah, mereka merasa memiliki kewajiban. Dalam bahasa undang-undangnya, “masyarakat berhak menyelenggarakan pendidikan.” Lantas bagaimana dengan masyarakat memandang hal ini? Apakah masyarakat tidak merasa memiliki kewajiban asasi untuk mendidik diri mereka sendiri? Apakah masyarakat ketika menyelenggarakan pendidikan merasa dirinya hanya sebagai pembantu program pemerintah?

Pemerintahan sebagai lembaga politik, memang berperan dan memiliki tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat. Tapi diruang mana pemerintah bisa berperan; itu yang menjadi persoalan. Seolah-olah pemerintah ingin mengambil alih semua tanggung jawab dan *memonopolinya* untuk kepentingan politik.

-3-

Dalam sejarah Islam, pendidikan berlangsung secara simultan dan berkesinambungan. Meskipun disaat pemerintahan berlangsung korup, kacau dan kondisi perang. Bahkan aktivitas pendidikan inilah yang pada akhirnya menopang pemerintahan. Pendidikan mampu menghasilkan Sumber Daya Insani yang berkualitas tinggi. Ingat, sumber daya insani yang baik, bukan warga negara yang baik.

Jauh sebelum piagam Constitutio Habita tahun 1158 disahkan di Bologna. Islam telah mengukuhkan bahwa pendidikan bersifat bebas, terbuka dan independen dari entitas politik manapun. Pengajaran berbagai macam mazhab dan pemikiran, selama masih dalam koridor syariah dan memiliki argumentasi yang mumpuni bisa berjalan dengan baik.

-4-

Dalam penyelenggaraan pendidikan ada dua pendekatan tanggung jawab yang biasa digunakan. *Pertama,* pendidikan menjadi tanggung jawab negara (state-based) dan diselenggarakan oleh sekolah (school-based). *Kedua,* pendidikan menjadi tanggung jawab masyarakat (society-based) dan diselenggarakan oleh komunitas (community-based).

Dalam beberapa kasus kedua pendekatan di atas dipertentangkan. Tetapi bisa juga keduanya berjalan bersama beriringan. Persoalannya adalah posisi dan perspektif yang pantas digunakan. Seseorang yang bukan pejabat negara, dan hanya anggota masyarakat biasa; apakah pantas menggunakan pendekatan negara dalam berpikir dan bertindak? Apalagi jika hal tersebut sampai mengabaikan tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat yang merupakan entitas pembangun peradaban. Sudah selayaknya ia mengambil tanggung jawab dan melaksanakan kewajibannya.

Hati-hati dengan istilah “formal”. Formal dan non-formal dalam perspektif negara adalah program dalam kacamata peraturan perundang-undangan. Akan tetapi dalam konsep aslinya, formal itu artinya resmi; sesuai dengan peraturan. Maknanya, berbentuk program yang baku. Dalam penyelenggaraan pendidikan, jika dilihat *pihak penyelenggaranya*, pendidikan terdiri dari dua jenis: formal dan nonformal. Sementara dalam *praktek penyelenggaraan*, pendidikan dibagi menjadi dua model: formal dan informal.

-5-

Pendidikan berbasis masyarakat yang diselenggarakan oleh komunitas adalah pendidikan yang bercirikan, dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Masyarakat adalah pemilik, penyelenggara sekaligus penerima manfaat dalam program-program pendidikan ini. Dalam basis ini perlu dikukuhkan kembali konsep lembaga pendidikan, warga belajar, lingkungan pendidikan, dan tujuan pendidikan.

Pendidikan dirancang salah satunya untuk mempersiapkan anak agar bisa menjadi anggota masyarakat yang baik. Kurikulum berarti jalan agar anak bisa hidup ditempat tinggalnya. Tapi hari ini kita melihat anak-anak dijauhkan dari masyarakat dan dibuat asing dari lingkungan hidupnya. Sekolah bahkan menciptakan masyarakat baru di dalam batas-batas dinding. Lahirlah kelas sosial baru di tengah-tengah masyarakat yang gagap pendidikan. Sejak itu, kelompok masyarakat yang dianggap terpelajar akan terasing dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Untuk tidak terpengaruh oleh paham sekolahisme, kita perlu melihat masyarakat dan situasi sosial secara jernih. Kehidupan manusia sebagai anggota masyarakat dan insan peradaban terdiri dari fase masyarakat khusus (keluarga), dan fase masyarakat umum/ luas. Pranata sosial berlaku pada kedua fase tersebut. Jadi #SosiologiPendidikan harusnya merumuskan klasifikasi dan mempelajari hal sebagai berikut:

Pendidikan itu ada dua: (1) Pendidikan Khusus dan (2) Pendidikan Umum :

  1. *Pendidikan Khusus* terdiri dari: A). Pendidikan di Rumah/ Keluarga Batih, dan B). Pendidikan di Luar Rumah/ Lingkungan
  2. *Pendidikan Umum* terdiri dari: A). Pendidikan Sekolah (Public School), dan B). Pendidikan Luar Sekolah (Flexi School / Other School)

Oleh, Muchamad Ridho Hidayat (Pendiri dan Pembina Komunitas HSKM)

#HSKM #SerialKuliah #PendidikanIslam #HSKM2017 #PendidikanBerbasisMasyarakat 

Related Posts
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam Tiga Hal yang Harus Dilakukan Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ...
READ MORE
Dandelion seeds in the morning sunlight blowing away across a fresh green background
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah Apa yang Dimaksud Amanah? Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa:58). Terkadang ada seseorang yang mengamanatkan harta kepada ...
READ MORE
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Bismillahirrahmanirrahim PART 1 Setelah kita memahami ciri khusus pendidikan Islam yang bermakna penanaman ilmu (outside-in) ke dalam jiwa untuk menghasilkan manusia yang beradab, tentu kita juga harus mengetahui model pendidikan dalam bentuk ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Terhadap Para Tetangga   Muslim dan Non Muslim Hak yang dimiliki para tetangga adalah -minimal- berbuat baik kepada mereka dan tidak menyakitinya. Allah Swt. berfirman, ”Sembahlah Allah dan ...
READ MORE
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Bismillah tawakaltu 'alallah... *PART 1* Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang ...
READ MORE
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Part 1 Menurut Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. "Suatu proses" = mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang sebut sebagai "pendidikan" secara bertahap. ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Persahabatan Bukan Menyakiti Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil ...
READ MORE
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Oleh, Much Ridho* Dalam sejarahnya, peradaban Barat memperkenalkan istilah “education” yang berasal dari kata EDUCARE; EDU + CARE; EDUCATIO yang memiliki arti tumbuh-kembang, menjaga, peduli, meningkatkan, membesarkan. Dari konsep-konsep inilah berkembang konsep pendidikan ...
READ MORE
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah

Related posts

Leave a Comment