Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah

Bismillahirrahmanirrahim

PART 1

Setelah kita memahami ciri khusus pendidikan Islam yang bermakna penanaman ilmu (outside-in) ke dalam jiwa untuk menghasilkan manusia yang beradab, tentu kita juga harus mengetahui model pendidikan dalam bentuk kelembagaannya di masyarakat. Kelembagaan ini juga terkait dengan konsep ilmu yang telah kita pahami, bahwa ia haruslah mewadahi pengajaran tentang ilmu yang fardhu ‘ayn, dan fardhu kifayah.

Paling tidak ada 2 fase/tahap kelembagaan pendidikan dalam (sejarah) Islam. Pertama, pendidikan dasar yang mencakup penguasaan dan pengajaran baca-tulis-hitung dan ilmu alat (perangkat bahasa dan logika). Seiring dengan itu, diajarkan ilmu-ilmu fardhu ‘ayn lainnya. Kedua, pendidikan tinggi yang mencakup pengajaran keahlian dan pendalaman ilmu. Disaat yang bersamaan, ilmu-ilmu fardhu kifayah diajarkan.

Pendidikan dasar bisa disebut sebagai “pendidikan baca-tulis”. Lembaganya disebut dengan KUTTAB. Sedangkan Pendidikan tinggi bisa disebut sebagai “kuliyah atau pendarasan ilmu”. Lembaganya disebut dengan MADRASAH.

Diantara KUTTAB dan MADRASAH boleh jadi ada pendidikan menengah (pra-madrasah) untuk persiapan masuk ke madrasah. Disekeliling keduanya juga ada berbagai lembaga pendidikan seperti Masjid, Perpustakaan, dll.

PART 2

Pengajaran tulis-baca sebagai sesuatu yang penting dapat dilihat dari peristiwa pembebasan beberapa tawanan Perang Badr. Rasulullah SAW pernah membebaskan para tawanan perang dengan syarat mengajari 10 orang muslim membaca dan menulis. Inilah mungkin yang disebut kuttab pada zaman Rasulullah SAW.

Pada mulanya, pendidikan kuttab berlangsung di rumah-rumah para guru (mu’allim, mu’addib) atau di pekarangan sekitar masjid. Setelah dibangun beberapa masjid dan berkembang, barulah ada kuttab yang didirikan di samping masjid. Selain itu ada juga kuttab yang didirikan terpisah dari masjid. Masa belajar di kuttab tidak ditentukan, bergantung kepada keadaan si anak. Anak yang cerdas dan rajin, akan lebih cepat menamatkan pelajarannya. Sebaliknya anak yang malas akan memakan waktu yang lama untuk menamatkan pelajarannya. Sistem pengajaran di kuttab ketika itu tidak berkelas. Para murid biasanya duduk bersila dan berkeliling menghadap guru.

Materi yang digunakan dalam pelajaran tulis-baca ini pada umumnya adalah puisi dan pepatah-pepatah Arab yang mengandung nilai-nilai tradisi yang baik. (Penggunaan Al Qur’an sebagai teks dalam kuttab baru terjadi kemudian, ketika jumlah Muslim yang menguasai Al Qur’an telah banyak, dan terutama setelah kegiatan kodifikasi pada masa kekhalifahan ‘Utsman bin ‘Affan). Banyak kuttab masa awal Islam adalah non-Muslim dan tawanan perang, sebab Muslim yang dapat membaca dan menulis yang jumlahnya masih sangat sedikit sibuk dengan pencatatan wahyu Al Qur’an. Kuttab yang mengajarkan Al Qur’an (sebagai teks) tidak ditemui pada masa paling awal. Sebelumnya pengajaran agama anak-anak dilangsungkan di rumah masing-masing.

PART 3

Madrasah sebagai lembaga pendidikan tinggi berperan untuk mewadahi pengajaran ilmu-ilmu fardhu kifayah. Pada masa awal kemunculannya madrasah adalah sebutan khusus untuk pengkajian/pendarasan ilmu-ilmu agama saja. Ilmu-ilmu sains seperti astonomi, kedokteran, dll berlangsung di laboratorium khusus. Sementara itu, perpustakaan menjadi tempat belajar yang bebas untuk mendapatkan berbagai macam ilmu.

Akan tetapi, Madrasah dapat mewakili konsep pendidikan tinggi secara umum. Tidak semua orang memasuki lembaga ini, karena memang sifatnya yang fardhu kifayah. Akan tetapi lulusan dari Madrasah ini dapat dipastikan menjadi Ahli ilmu yang disegani dan dihormati.

Untuk memudahkan penjelasan, maka lembaga pendidikan tinggi yang mengajarkan ilmu-ilmu agama ini kita istilahkan dengan MADRASAH DINNIYAH/ MADRSAH AGAMA. Sedangkan untuk pengajaran ilmu-ilmu lainnya kita istilahkan dengan MADRASAH AQLIYAH/ MADRASAH SAINS.

Contoh kasus Madrasah Nidzamiyah yang membawa nama ulama sekelas Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali. Dari rahim para alumnusnya bermunculan madrasah-madrasah diberbagai negeri dan berbagai mazhab. Generasi selanjutnya mencatat nama-nama sekelas, Shaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Shaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul Qayyim.

Dari Madrasah Sains meskipun tidak terlalu dikenal, akan tetapi tetap melahirkan banyak nama yang berpengaruh seperti Ibnu Sina, Al Farabi, Al-Khawarizmi, Ibnu Rusyd, dll. Kita lebih mengenal nama dan karya mereka dari pada madrasah tempat mereka belajar hingga menjadi ahli. Diantara nama-nama yang biasanya disebut sebagai tempat belajar mereka adalah rumah sakit, observatorium, dan sanggar sastra. Sisanya adalah Perpustakaan sebagai lembaga pendidikan yang bersifat terbuka.

PART 4

Lalu sebelum munculnya kelembagaan madrasah, bagaimanakah para ulama dan ilmuwan itu belajar? Bagaimana model pembelajaran dan kurikulum belajar yang mereka tempuh? Dalam konteks pembahasan lembaga pendidikan, kita perlu mengingat bahwa kaum muslimin sudah memiliki sistem pembelajaran dan tradisi ilmu yang matang. Otoritas Ilmu dan Sanad selalu sebagai kerangka dasar sistema pendidikan Islam selalu dijaga dengan baik. Tempat belajar yang sifatnya informal dan individual bertebaran dibanyak tempat. Majelis Ilmu dan Halaqah Ilmiyah banyak berlangsung di Masjid. Penerjemahan dan Penulisan karya ilmiyah adalah keseharian aktivitas di Perpustakaan.

Terakhir yang perlu diingat dalam memahami pemabahsan tentang lembaga pendidikan ini, bahwa lembaga-lembaga tersebut tidak menghilangkan Otoritas Ilmu dan Sanad pada prakteknya. Ini yang lebih penting dan menjadi ruh dalam proses belajar. Karena belajar itu maknanya bukan masuk kedalam lembaga tertentu, tapi menuntut ilmu dan mencari guru. Mari berguru!

#KulwappHSKM #HSKM2017 #LembagaPendidikan #Kuttab #Madrasah 

Related Posts
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah dan Homeschooling
✅-1- Perlu kiranya kita mengenal sejarah filosofi persekolahan. Karena saat ini kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang meyakini wajibnya sekolah Bahkan sebagian orang sudah sampai menganggap sekolah sebagai atau setingkat dengan ...
READ MORE
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Oleh, Much Ridho* Dalam sejarahnya, peradaban Barat memperkenalkan istilah “education” yang berasal dari kata EDUCARE; EDU + CARE; EDUCATIO yang memiliki arti tumbuh-kembang, menjaga, peduli, meningkatkan, membesarkan. Dari konsep-konsep inilah berkembang konsep pendidikan ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Sikap yang Harus Dilakukan Seorang Muslim kepada Tamu   Anda Akan Mendapatkan Anugerah yang Melimpah Ada orang yang bertamu ke rumah Anda. Kedatangan tamu adalah suatu kemulyaan dari Allah untuk membukakan jalan kebaikan ...
READ MORE
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Part 1 Menurut Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. "Suatu proses" = mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang sebut sebagai "pendidikan" secara bertahap. ...
READ MORE
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Bismillah tawakaltu 'alallah... *PART 1* Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang ...
READ MORE
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Terhadap Para Tetangga   Muslim dan Non Muslim Hak yang dimiliki para tetangga adalah -minimal- berbuat baik kepada mereka dan tidak menyakitinya. Allah Swt. berfirman, ”Sembahlah Allah dan ...
READ MORE
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
-1- Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan "Wajib Sekolah". Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam Tiga Hal yang Harus Dilakukan Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ...
READ MORE
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam

Related posts

Leave a Comment