Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah dan Homeschooling

✅-1-

Perlu kiranya kita mengenal sejarah filosofi persekolahan. Karena saat ini kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang meyakini wajibnya sekolah Bahkan sebagian orang sudah sampai menganggap sekolah sebagai atau setingkat dengan agama. Gejala ini yang disebut oleh sebagian kalangan dengan istilah schoolism / sekolahisme.

#Sekolahisme terkadang muncul dalam perkara ringan didunia sehari-hari. Kalau ada orang tua yang membolehkan anak bolos sholat tidak tidak boleh bolos sekolah; itu sekolahisme. Pantang berhutang, kecuali untuk urusan sekolah anak; itu sekolahisme. Membolehkan anak gadisnya melepas kerudung untuk urusan sekolah; itu sekolahisme. Dan berbagai kejadian yang mungkin sering dijumpai.

Nah, di sini pentingnya kita memahami secara historis ihwal hal terkait. Sejak kapan muncul sekolah? Kenapa bisa sampai jadi wajib? Lalu kalau tidak sekolah bagaimana? Dan pertanyaan lainnya.

✅-2-

Pada awalnya seorang anak ada di rumah, dan ini adalah situasi pertama, kondisi awal serta keadaan yang alami. Tidak ada pertanyaan kepada seorang anak, kenapa tidak keluar rumah kecuali karena ada keperluan tertentu. Orang yang ingin keluar rumah haruslah punya alasan, dan boleh ditanyakan alasannya.

Itulah mereka yang berkeinginan untuk sekolah. Mereka harus punya alasan yang pasti untuk meninggalkan rumah. Jadi, pertanyaan kenapa harus sekolah memang harus dijawab.

✅-3-

Lantas bagaimana orang tidak mau bersekolah? Apakah masih perlu ditanyakan, kenapa ia tidak sekolah? Apakah masih relevan mempertanyakan alasan dibalik keputusan untuk tidak bersekolah? Seharusnya tidak. Selama proses pengasuhan dan pendidikan sebagai sebuah tanggung jawab dan kewajiban bisa dilaksanakan. (Ingat kembali, materi sesi pertama dan kedua).

Apakah masih perlu memikirkan alasan apologis dan defensif untuk bersikukuh melanjutkan pendidikan non-sekolah? Tentu saja tidak. Yang diperlukan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya adalah peta-jalan dan perencanaan. Setelah itu, dengan tawakal berusaha mencarikan guru dan menyediakan fasilitas serta bekal untuk proses pembelajaran anak. Ini dunia Homeschooling (HS) kita. Ini perjalanan pendidikan anak kita.

✅-4-

Homeschooling (HS) punya banyak definisi. Tapi secara umum HS itu ya tidak bersekolah atau tidak mengambil pendidikan formal versi pemerintah. Istilah HS muncul sebagai sebuah respons atau mungkin juga bisa disebut sebagai gerakan sosial anti-sekolah. Sebagai bentuk ketidaksetujuan dari kurikulum nasional dan sistem persekolahan, para keluarga HS berpendapat bahwa anak bisa bersekolah (di) rumah. Kurikulum juga bisa disesuaikan dan tidak perlu seragam. Apakah ini adalah suatu alasan untuk tidak bersekolah?

Alasan untuk tidak bersekolah (alasan ber-HS) muncul dalam perspektif “wajib sekolah.” Masyarakat memang didik untuk menjadikan sekolah sebagai sebuah kewajiban, sehingga tidak sekolah adalah sebuah dosa dan merupakan penyimpangan sosial. Dalam perspektif “wajib sekolah” ini, memang butuh rukhsah (alasan untuk meringankan/meninggalkan) untuk tidak bersekolah.

✅-5-

Dalam sejarah awalnya, sekolah muncul untuk melengkapi proses pengasuhan. Sekolah yang berasal dari kata  skhole, scola, scolae atau skhola, yang memiliki arti “waktu senggang/ luang.” Pada awalnya sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka. Apa saja kegiatan utama anak-anak? Bermain, bergaul dan melakukan pekerjaan rumah tangga serta membantu pekerjaan orang tua. Anak petani akan sibuk di kebun dan sawah milik mereka, dan dalam waktu singkat mereka akan menjadi petani cilik, lalu menjadi petani dewasa. Anak nelayan akan sibuk di pinggir pantai, lalu mereka pergi melaut dan berlayar ke samudra luas. Tidak lama kemudian mereka dewasa. Sambil menunggu dewasa mereka mengisi waktu luang mereka dengan menggelar semacam kelas pembelajaran. Kurikulumnya membaca, berhitung, seni dan ajaran moral.

Perumusan konsep pendidikan di Barat pada masa klasik berhasil merumuskan apa yang disebut dengan Liberal Art. Liberal Art terdiri dari Trivium dan Quadrivium. Konsep pendidikan ini berkembang dalam tradisi gereja Katolik sebelum masa Renaisannce / Pencerahan di Eropa.

Trivium berasal dari bahasa Latin yang dapat diartikan “tiga jalan”. Maksudnya adalah tiga jalan menuju pengetahuan. Ketiga jalan tersebut adalah *gramatika, dialektika/ logika dan retorika*. Trivium diberikan pra-universitas/madrasah. Sementara itu Quadrivium  diberikan pada tingkat universitas di abad pertengahan. Quadrivium berisi Aritmatika, Geometri, Musik, dan Astronomi.

Setelah itu, revolusi pendidikan terjadi di Eropa. Bermula dari Prussia yang menggagas “wajib sekolah” untuk kepentingan pemerintah menciptakan angkatan kerja dan tenaga profesional. Dibuatlah sistem pendidikan nasional dibawah kontrol kerajaan, lengkap dengan kurikulum, standar pengajar, ruang kelas, hingga beasiswanya. Kesuksesan sistem pendidikan ala Prussia dalam menghasilkan warga negara yang patuh dan mudah diatur, membuat negara-negara lain tertarik untuk mengikutinya.

✅-6-

Era “wajib sekolah” telah mengubah sistem sosial dan paradigma pendidikan dimasyarakat. Masyarakat sudah lupa bahwa sekolah itu hanya dilakukan diwaktu senggang. Sekolah yang tadinya dilakukan sepulang dari sawah, ladang atau pulang berlayar, kini menjadi menu wajib yang lengkap menjadi aktivitas utama bagi anak. Sisa waktu (luang) mereka berubah menjadi kelelahan di rumah dan kepenatan yang diobati dengan bermain bersama anak-anak sekolah lainnya.

Sampai di sini “wajib sekolah” menghasilkan apa yang sekarang disebut sebagai “usia sekolah” dan kelas sosial baru bernama “anak sekolah.” Semakin panjang dan lama masa/waktu “wajib sekolah” maka semakin lama pula usia anak-kanak mereka. Selain itu, mereka akan semakin jauh dari keluarga dan dari lingkungan masyarakat. Karena pada akhirnya “lingkungan sekolah” yang seharusnya sekedar menjadi tempat belajar, kini menjadi masyarakat baru; masyarakat artifisial. Anak-anak tidak lagi part time disekolah, tapi full time dan menghabiskan usianya disana.

✅-7-

Tidak sekolah bukan berarti tidak belajar. Yang diwajibkan agama itu belajar, bukan bersekolah. Yang dibutuhkan akal itu belajar, bukan bersekolah. Menurut sementara kalangan, orang tua wajib mendidik anak, dan ini bisa digantikan dengan menyekolahkan anak. Apakah bersekolah betul-betul bisa membuat anak otomatis belajar? Atau apakah kewajiban mendidik anak akan tertunaikan dengan menyekolahkan anak? Tentu saja kita harus memastikan bahwa disekolah ada ahli ilmu yang mengajarkan ilmu dengan baik kepada para muridnya.

Jadi konsentrasi HS bukan pada hubungannya dengan sekolah atau keputusan bersekolah. Bukan juga berkompetisi dengan sekolah. Konsentrasi HS itu pada bagaimana anak belajar. Dan luarbiasanya, anak belajar tanpa disuruh atau dipaksa. Bahkan dipaksa untuk tidak belajarpun anak pasti akan belajar.

Kenapa? Itu karena anak dilahirkan dengan segunung rasa ingin tahu. Minat belajar anak itu sangat tinggi, selama minat itu tidak dihalangi atau ‘dibunuh’. Hanya saja minat ini teralihkan dengan serbuan informasi yang sering kali tidak bermanfaat; yang datang dari televisi atau internet. Informasi sampah ini dapat membuat anak bosan dan cenderung merasa lelah untuk berpikir. Sekolah bolehjadi berperan dalam menciptakan rasa bosan ini. Banjir bandang informasi sampah yang datang sebelum anak memiliki keterampilan untuk mengelolanya dapat menyebabkan tersumbatnya daya kreativitas. Fastaghfirullah!

❤ #HSKM #SerialKuliahPendidikan #HSKM2017 #Homeschooling #Sekolah

Related Posts
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Sikap yang Harus Dilakukan Seorang Muslim kepada Tamu   Anda Akan Mendapatkan Anugerah yang Melimpah Ada orang yang bertamu ke rumah Anda. Kedatangan tamu adalah suatu kemulyaan dari Allah untuk membukakan jalan kebaikan ...
READ MORE
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Dandelion seeds in the morning sunlight blowing away across a fresh green background
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah Apa yang Dimaksud Amanah? Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa:58). Terkadang ada seseorang yang mengamanatkan harta kepada ...
READ MORE
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Bismillah tawakaltu 'alallah... *PART 1* Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang ...
READ MORE
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Part 1 Menurut Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. "Suatu proses" = mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang sebut sebagai "pendidikan" secara bertahap. ...
READ MORE
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Oleh, Much Ridho* Dalam sejarahnya, peradaban Barat memperkenalkan istilah “education” yang berasal dari kata EDUCARE; EDU + CARE; EDUCATIO yang memiliki arti tumbuh-kembang, menjaga, peduli, meningkatkan, membesarkan. Dari konsep-konsep inilah berkembang konsep pendidikan ...
READ MORE
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
-1- Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan "Wajib Sekolah". Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam Tiga Hal yang Harus Dilakukan Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Terhadap Para Tetangga   Muslim dan Non Muslim Hak yang dimiliki para tetangga adalah -minimal- berbuat baik kepada mereka dan tidak menyakitinya. Allah Swt. berfirman, ”Sembahlah Allah dan ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga

Related posts

Leave a Comment