Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum

Bismillah tawakaltu ‘alallah…

*PART 1*
Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang dituntut dalam agama, tetapi kewajiban yang dituntut oleh penciptaan. Para ulama menyebutnya Wajib Kauniy. Jadi menuntut ilmu itu bukan hanya wajib secara syar’i, tapi juga wajib secara kauniy.

Wajib kauniy artinya manusia dituntut mendapatkannya untuk menjalani kehidupan. Wajib kauniy juga bermakna, manusia tidak hanya membutuhkan ilmu-ilmu yang sifatnya syar’i. Akan tetapi, ilmu-ilmu agama (Ulumuddin) adalah ilmu yang paling utama dan paling urgen karena posisi agama dalam kehidupan.
Insya Allah pembahasan tentang posisi agama akan dijelaskan pada kesempatan berikutnya.

*PART 2*
Lantas, apakah semua ilmu itu harus dipelajari dan mendapatkan keutamaan? Ternyata ada ilmu yang terhalang dari tujuannya, sehingga tidak perlu dan bahkan menjadi haram untuk dipelajari. Ada ilmu yang hanya pantas dan boleh dipelajari oleh orang-orang tertentu.
Maka, begitu juga posisi hukum wajibnya menuntut ilmu.

*PART 3*
Ahli (pemilik) ilmu sering kali dipuji oleh Allah SWT. Banyak ayat memuji ilmu dan ahli ilmu. Banyak hadis juga menceritakan begitu.

Para ulama merinci persoalan ini dalam banyak kitab. Dan mereka menyatakan bahwa ilmu yang dipuji tersebut adalah ilmu tafsir, ilmu fiqh, dan ilmu agama lainnya.
Maksudnya, pujian mutlak yang ada pada ayat al-Quran dan al-Hadis adalah pujian untuk ilmu-ilmu tersebut.

*PART 4*
Kembali pada posisi kewajiban menuntut ilmu. Kita bisa meninjau kewajiban ini dari konsepsi keimanan yang telah dirumuskan oleh para ulama.

Para ulama membagi Iman menjadi 3:
Pertama, Ashlul Iman (Iman yang asasi/daruriy)
Kedua, Imanul Wajib (Iman yang wajib ada dan wajib diadakan)
Ketiga, Imanul Mustahab (Iman yang melengkapi dan jadi pelengkap)

Ketika menjelaskan hal ini, ulama menjelaskan bahwa Imanul Mustahab ada karena proses menuntut ilmu. Artinya, orang yang tidak menuntut ilmu (tidak terpelajar) bias jadi tidak memiliki Imanul Mustahab ini. Bisa juga dikatakan bahwa ini adalah Imannya kaum terpelajar, imannya cerdik-cendikia, imannya para ulama.

Sementara itu, Ashlul Iman adalah apa yang harus ada pada diri seorang muslim. Maka, setiap inilah yang paling pertama harus dipelajari, diajarkan dan dijaga keberadaannya. Ia mencakup hal-hal umum yang bersifat global, seperti Rukun Iman, Keesaan Tuhan, Kewajiban Shalat, Hari Akhir, dll

Hampir bisa dipastikan, Ashlul Iman ada pada diri setiap muslim. Lalu, yang wajib pelajari setelah menjadi seorang muslim, inilah Imanul Wajib. Iman yang wajib ada dan wajib diadakan oleh seorang muslim.
Imanul Wajib mencakup rukun shalat, tata cara shalat, aturan umum shaum, membaca Al-Qur’an dengan tajwid, dll

Inilah kewajiban menuntut ilmu dilihat dari konsepsi pembagian iman.

*PART 5*
Adapun para ulama juga memiliki pendekatan yang lain dalam menjelaskan persoalan ini. Kewajiban menuntut ilmu juga dilihat dari cakupan kebutuhannya.

Maka, munculah istilah Fardhu ‘Ain (Wajib Individual) dan Fadhu Kifayah (Wajib Komunal).
Fardhu ‘Ain berarti ilmu tersebut wajib dipelajari oleh setiap individu. Setiap kita harus mempelajarinya.
Fardhu Kifayah berarti ilmu tersebut wajib dipelajari oleh komunitas masyarakat. Artinya harus ada anggota masyarakat yang mempelajarinya. Dan masyarakat memiliki tanggungjawab terhadap hal ini.

Semua orang harus menjaga kesehatan, tetapi tidak semua orang harus menjadi pakar kesehatan (dokter, dll). Namun demikian, Islam telah mewajibkan dan memberikan beban kepada masyarakat tentang adanya pakar kesehatan disebuah masyarakat. Dan beban kewajiban ini, harus ditanggung bersama. Masyarakat harus mengadakan tenaga ahli pengobatan. Masyarakat harus memaksa dan mengutus salah seorang anggotanya untuk menjadi pakar kesehatan.

Seorang harus bisa membaca Al-Qur’an dengan tajwid (baik tilawah/read maupun qiraah/ recite), tetapi tidak semua mengerti disiplin ilmu tajwid. Namun demikian masyarakat mendapatkan beban untuk mengadakan ahli ilmu tajwid yang akan membimbing mereka untuk membaca Al-Qur’an.

*PART 6*
Konsep Ilmu yang Fardhu ‘Ain dan Ilmu yang Fardhu Kifayah ini bukanlah konsep yang statis. Dalam kitab Al-Jami’ Fi Thalabil Ilmiy Syarif disebutkan bahwa Ilmu Fardhu ‘Ain terdiri dari dua macam:
1) Kategori Umum, yakni wajib bagi individu secara umum.
2) Kategori Khusus, yakni wajib bagi sebagian individu saja. Misalnya, tata cara manasik haji, wajib bagi calon jama’ah haji yang sudah terdaftar. Hukum zakat harta bagi orang kaya.

Dari kategori ini, bolehjadi setiap tempat dan waktu memiliki kategori khusus yang berbeda beda. Tinggal di minoritas muslim dan mayoritas muslim, tentu kebutuhannya pun berbeda.

*Studi Kasus*
Di dunia perkuliahan saat ini Filsafat Islam adalah ilmu yang wajib bagi setiap mahasiswa muslim. Kenapa jadi wajib? Karena di perguruan tinggi, mahasiswa berhadapan langsung dengan filsafat Barat (Yunani, Jerman, dll). Wajib bagi mahasiswa muslim untuk memahami seluk beluk filsafat dan memahami konsep filsafat menurut Islam.

Imam Al-Ghazali pernah menulis kitab yang judulnya kurang lebih: “Menjauhkan Orang Awam dari Ilmu Kalam”. Padahal para ulama mengasas dan merumuskan ilmu kalam untuk melawan pemikiran sesat dan membentengi akidah umat Islam. Akan tetapi hukum ini tidak berlaku umum.

Kalau sekolah, itu kewajiban umum (bagi setiap anak), atau kewajiban khusus (hanya anak tertentu) ya..? hehe Tidak setiap anak harus sekolah. Tapi bolehjadi wajib bagi anak-anak tertentu dan pada kondisi tertentu. #intemezo

Lalu, ada lagi kategori tambahan yang disebutkan oleh pengarang kitab Al-Jami’ Fi Thalabil Ilmiy Syarif. Yaitu: Kategori Kontemporer. Kategori ini muncul karena banyak kewajiban muncul karena kondisi zaman.
Kewajiban Kontemporer biasa disebut juga Ilmu Nawazil contohnya adalah teknologi, dan yang semisalnya. Juga termasuk pemikiran politik, psikologi, ekonomi, dll…

Nanti mungkin ini bisa juga masuk dalam pembagian yang Fardhu Kifayah.

Ilmu Yang Fardhu Kifayah ini tidak boleh dilalaikan. Imam Al-Ghazali berkata: “Inilah ilmu yang sekiranya suatu negeri kosong dari orang yang mengusainya, maka berdosalah seluruh penduduk negeri tersebut…”

Ilmu mengurus jenazah, harus ada yang memilikinya disetiap perumahan, atau minimal kelurahan. Kalau gak ada, Pak Lurah setempat harus memaksa warganya untuk belajar ilmu tersebut sebelum ada yang meninggal.
Saking penting dan mulianya Ilmu Fardhu Kifayah, sampai ulama berdebat soal mana yang lebih diutamakan Fardhu ‘Ain atau Fardhu Kifayah. Arti penting perdebatan ini bagi kita adalah kita harus sadar bahwa banyak posisi dan keahlian yang belum kita miliki.

Indonesia butuh orang yang pakar ilmu politik Islam, orang yang pakar ekonomi Islam, orang yang pakar psikologi Islam, orang yang pakar astronomi Islam, Hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum internasional, dll Kita masih butuh banyak orang dan beban kewajiban ini ada dipundak kita.

Niatkan anak kita untuk mengambil 1 kewajiban Kifayah yang belum diambil, niatkan bahwa ini adalah untuk menunaikan kewajiban Kifayah yang bebannya kepada kita semua.

Yang paling penting jangan hanya melihat level makro (skala negara), terkadang kita harus melihat dilevel kota atau kelurahan.

#Kulwapp #HSKM2017 #KonsepIlmu #DasarKurikulum
HSKM – KeluargaMuslim.org 

Related Posts
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam Tiga Hal yang Harus Dilakukan Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ...
READ MORE
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
-1- Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan "Wajib Sekolah". Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya ...
READ MORE
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Bismillahirrahmanirrahim PART 1 Setelah kita memahami ciri khusus pendidikan Islam yang bermakna penanaman ilmu (outside-in) ke dalam jiwa untuk menghasilkan manusia yang beradab, tentu kita juga harus mengetahui model pendidikan dalam bentuk ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Persahabatan Bukan Menyakiti Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil ...
READ MORE
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Oleh, Much Ridho* Dalam sejarahnya, peradaban Barat memperkenalkan istilah “education” yang berasal dari kata EDUCARE; EDU + CARE; EDUCATIO yang memiliki arti tumbuh-kembang, menjaga, peduli, meningkatkan, membesarkan. Dari konsep-konsep inilah berkembang konsep pendidikan ...
READ MORE
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah dan Homeschooling
✅-1- Perlu kiranya kita mengenal sejarah filosofi persekolahan. Karena saat ini kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang meyakini wajibnya sekolah Bahkan sebagian orang sudah sampai menganggap sekolah sebagai atau setingkat dengan ...
READ MORE
Dandelion seeds in the morning sunlight blowing away across a fresh green background
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah Apa yang Dimaksud Amanah? Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada orang yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa:58). Terkadang ada seseorang yang mengamanatkan harta kepada ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Terhadap Para Tetangga   Muslim dan Non Muslim Hak yang dimiliki para tetangga adalah -minimal- berbuat baik kepada mereka dan tidak menyakitinya. Allah Swt. berfirman, ”Sembahlah Allah dan ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah
Sikap Seorang Muslim Terhadap Amanah
Sikap Seorang Muslim Terhadap Tetangga

Related posts

Leave a Comment