Konsep Pendidikan Islam : Antara Tarbiyah dan Ta’dib

Part 1

Menurut Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia.

Suatu proses” = mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang sebut sebagai “pendidikan” secara bertahap. “sesuatu” = mengacu pada kandungan yang ditanamkan.
diri manusia” = mengacu pada penerima proseses dan kandungan itu.

Jawaban diatas meliputi 3 unsur dasar yang membentuk pendidikan: proses, kandungan, dan penerima. Ketiga unsur ini perlu dijelaskan untuk mendapatkan defisini yang sempurna. Menurut Al-Attas, dari definisi awal, bisa juga dirumuskan ulang menjadi: pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia.

Definisi yang pertama lebih mengedepankan proses, sedangkan definisi yang kedua mengedepankan kandungan.

Part 2

Pendidikan memiliki 3 unsur: proses, kandungan, dan penerima.

Rumusan definisi Pendidikan yang menekankan pada kandungan berdasarkan definisi Al-Attas adalah pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia.

Kandungan yang ditanamkan dalam proses pendidikan adalah ilmu. Setelah menjelaskan tentang konsep ilmu, Al-Attas menyempurnakan definisi kandungan pendidikan sebagai berikut:

Pengenalan dan pengakuan tentang tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan akan tempat tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan keperiadaan.

Definisi yang sangat filosofis, dan mungkin sulit untuk dipahami secara langsung. Untuk lebih memahaminya, kita perlu memahami beberapa “konsep kunci” seperti ilmu, keadilan, ‘amal, nafs, qalb, aql, dll.

Part 3

Pendidikan Islam, menurut Al-Attas bukanlah tarbiyah. Seharusnya ia diistilahkan dengan ta’dib. Tarbiyah, menurut Al-Attas merupakan istilah yang relatif baru. Istilah tersebut (tarbiyah, ed.) dimaksudkan untuk mengungkapkan makna pendidikan tanpa memperhatikan sifatnya yang sebenarnya.

Adapun istilah “educare” (Latin, ed.) dan “education”, bermakna menghasilkan, (menumbuhkan) mengembangkan potensi yang tersembunyi. Menurut Al Attas, “proses menghasilkan dan mengembangkan” dalam istilah tersebut mengacu kepada segala sesuatu yang bersifat fisik dan material.

Part 4

“Adab adalah disiplin tubuh, jiwa dan ruh; disiplin yang menegaskan pengenalan dan pengakuan tempat yang tepat dalam hubungannya dengan kemampuan dan potensi jasmaniah, intelektual dan ruhaniah…”, demikian ujar Al-Attas.

Al-Attas juga menjelaskan bahwa adab adalah metode untuk mengetahui, sehingga dengan itu kita memenuhi “kondisi” berada pada tempat yang tepat. Hal ini merujuk pada konsep keadilan dan kearifan.

Dalam pengertian yang asli dan dasar, adab berarti undangan kepada suatu perjamuan. Gagasan tentang suatu perjamuan menyiratkan bahwa si tuan rumah adalah seorang yang mulia, dan adanya banyak orang yang diundang karena kepantasan dan kehormatan.

Maka, adab melibatkan tindakan untuk “mendisiplinkan pikiran” dan “jiwa”; pencapaian kualitas dan sifat yang baik oleh pikiran; tindakan yang benar; penyelamatan diri dari hilangnya kehormatan. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan dalam Islam; yakni menghasilkan manusia yang baik.

Oleh karena itu, pendidikan dalam kenyataannya adalah ta’dib. Karena adab, mencakup ilmu dan amal sekaligus.

Part 5

Secara lengkap definisi adab menurut Al-Attas adalah pengenalan dan pengakuan tentang hakikat bahwa pengetahuan dan wujud bersifat teratur secara hirarkis sesuai dengan berbagai tingkatan dan derajat mereka, dan tentang tempat seseorang yang tepat dalam hubungannya dengan hakikat itu serta kapasitas dan potensi jasmaniah, intelektual, maupun ruhaniah seseorang.

Itu berarti ta’dib bermakna sebagai proses penanaman kandungan ke dalam diri manusia berdasarkan adab. ta’dib adalah proses meng-adab-kan diri.

Jika pendidikan yang dimaksud dalam Islam dekat dan terkait dengan konsep ilmu dan ‘aql, sebagai ciri khas dari manusia, maka istilah ta’dib ini telah tepat menunjukan dan mengungkapkannya.

Sedangkan tarbiyah dalam konotasinya saat ini sesuai dengan konsep “educare”, yang maknanya mengasuh, menumbuh-kembangkan, menjaga, dan memelihara.

Part 6

Makna ilmu dan pendidikan hanya berkenaan dengan manusia sebagai makhluk yang dikaruniakan ‘aql. Oleh karena itu, tidak mungkin menyandarkan konsep pendidikan kepada tarbiyah yang tidak memiliki hubungan konseptual dengan ilmu dan ‘aql.

Secara semantik istilah tarbiyah tidak tepat dan tidak memadai untuk membawakan konsep pendidikan dalam pengertian Islam, dengan alasan sebagai berikut:

  1. Tarbiyah dan beberapa bentuk kata seperti raba dan rabba sebagai akar katanya, menurut para ahli bahasa bermakna memberi makan, memelihara, mengasuh. Makna ini mengacu kepada segala sesuatu yang tumbuh, seperti anak-anak, tanaman dan lainnya. Pada dasarnya tarbiyah berarti mengasuh, menanggung, memberikan makan, mengembangkan, memelihara, membuat, menjadikan tumbuh, membesarkan dan menjinakkan. Penerapannya dalam bahasa Arab tidak hanya terbatas pada manusia saja. Tarbiyah bisa mengacu kepada tanaman dan hewan.
  2. Tarbiyah mengacu pada gagasan kepemilikan. Mengacu kepada istilah Ar-Rabb, kepemilikan ini berarti pencipta yang mengatur, memelihara, menjaga, mengurus, dan memberikan rezeki. Jika diterapkan kepada manusia atau hewan, tarbiyah mereka adalah mengasuh, menanggung, memberi makan, mengembangkan, membesarkan, memelihara, dan lain-lain. Dalam kasus manusia, orangtualah yang melakukan tarbiyah atas anak keturunan sehubungan dengan hak milik yang dipinjamkan oleh penciptanya.
  3. Tarbiyah tidak menunjukan tujuan pendidikan, karena hanya berorientasi kepada pertumbuhan dan kematangan fisik dan material saja. Sementara tujuan pendidikan berkaitan dengan ‘aql manusia agar bisa mengenal dan mengakui hakikat dirinya dan posisinya dalam berhubungan dengan Tuhan sebagai penciptanya. Dalam hal ini, pendidikan bukan urusan tarbiyah, melainkan urusan ta’dib.

Part 7

Setelah memahami bahwa konsep tarbiyah mengacu pada gagasan kepemilikan, sementara makna semantiknya berputar disekitar menumbuh-kembangkan, menjaga, dan memelihara, kita bisa menyebutnya sebagai pengasuhan anak. Dunia pendidikan sekarang menyebutnya parenting yang maknanya pola asuh anak oleh orang tua.

Makna pendidikan secara umum, saat ini memang mencakup juga parenting atau pengasuhan. Akan tetapi ini bukan konsep asasinya. Dalam pengertian yang khusus, pendidikan berbeda dengan pengasuhan. Islam memerintahkan kepada orang tua untuk mengasuh anaknya sebagai kewajiban khusus, dan memerintahkan Ahli Ilmu untuk mendidikan masyarakat.

Maka tidak ada alasan lagi bagi para orang tua untuk tidak mengasuh anak-anak mereka, dengan alasan mereka bukan ahli ilmu. Karena tugas mengasuh adalah satu hal tersendiri, sementara tugas mendidik (mengajar, ed.) adalah hal yang lain.

Mari kita renungkan kalimat yang sering dibaca oleh anak-anak kita:

“rabbighfirli, waliwalidayya warhamhuma, kama rabbayani shagira”

“Tuhanku ampunilah aku, dan kedua orang tuaku. Dan kasihi mereka sebagaimana mereka telah mengasuh/memelihara aku selagi (aku) kecil.”

Istilah rabbayani memiliki arti Rahmah ,yakni ampunan atau kasih sayang. Yakni memberikan penjagaan, perawatan, dan pemeliharaan yang sesuai fitrah/ penciptaan.

[Lihat, Syed Muhammad Naquib Al-Attas – dalam The Concept of Education in Islam… (thn. 1980)]

#PendidikanIslam #IslamicEducation #NaquibAlAttas #HSKM2016 

Related Posts
Pendidikan Nasional,  Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Oleh: Muchamad Ridho Hidayat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)  Banyak yang percaya, bahwa masalah suatu negeri sangat bergantung pada pendidikan masyarakatnya. Asumsi itu menjadi argumentasi untuk menggagas dan memperkuat ...
READ MORE
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
-1- Kita telah mengetahui sejarah singkat munculnya sistem persekolahan dan "Wajib Sekolah". Dari sana kita tahu bahwa semakin hari, masyarakat semakin dibuat tergantung oleh pendidikan formal dari pemerintah. Sampai tiba masanya ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Persahabatan Bukan Menyakiti Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil ...
READ MORE
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Oleh, Much Ridho* Dalam sejarahnya, peradaban Barat memperkenalkan istilah “education” yang berasal dari kata EDUCARE; EDU + CARE; EDUCATIO yang memiliki arti tumbuh-kembang, menjaga, peduli, meningkatkan, membesarkan. Dari konsep-konsep inilah berkembang konsep pendidikan ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Sikap yang Harus Dilakukan Seorang Muslim kepada Tamu   Anda Akan Mendapatkan Anugerah yang Melimpah Ada orang yang bertamu ke rumah Anda. Kedatangan tamu adalah suatu kemulyaan dari Allah untuk membukakan jalan kebaikan ...
READ MORE
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Sikap Seorang Muslim yang Harus Dilakukan Di Saat Meminjam Tiga Hal yang Harus Dilakukan Terkadang, orang mau berinteraksi dengan orang lain di saat dirinya membutuhkan atau ingin meminjam uang. Muslim yang baik, ...
READ MORE
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah dan Homeschooling
✅-1- Perlu kiranya kita mengenal sejarah filosofi persekolahan. Karena saat ini kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang meyakini wajibnya sekolah Bahkan sebagian orang sudah sampai menganggap sekolah sebagai atau setingkat dengan ...
READ MORE
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Bismillah tawakaltu 'alallah... *PART 1* Secara umum, kita sering mendengar pula bahwa menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Akan tetapi kewajiban ini sebetulnya bukan hanya kewajiban yang ...
READ MORE
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah
Bismillahirrahmanirrahim PART 1 Setelah kita memahami ciri khusus pendidikan Islam yang bermakna penanaman ilmu (outside-in) ke dalam jiwa untuk menghasilkan manusia yang beradab, tentu kita juga harus mengetahui model pendidikan dalam bentuk ...
READ MORE
Pendidikan Nasional, Wajib Sekolah, dan Identitas Bangsa
Piagam Kongres 1 – Sekolah Rumah Keluarga Muslim
Pengantar Memahami Pendidikan Berbasis Masyarakat
Sikap Seorang Muslim Terhadap Non Muslim
Perjalanan Makna Education, Parenting dan Tarbiyah
Sikap Seorang Muslim kepada Tamu
Sikap Seorang Muslim Di Saat Meminjam
Filsafat Pendidikan dalam Perspektif Sejarah : Antara Sekolah
Konsep Ilmu Sebagai Landasan Kurikulum
Lembaga Pendidikan Islam : Antara Kuttab dan Madrasah

Related posts

Leave a Comment